Manusia memang diciptakan berbeda-beda. Berbeda rupanya, sifatnya, tingkah dan perilakunya, serta berbeda pula kebiasaannya. Sama halnya dengan para pedagang makanan jalanan, tidak semua pedagang itu sama, hakikat yang ada di diri mereka itulah yang menunjukkan diri mereka sebenarnya.
Perilaku yang dimaksud contohnya adalah perilaku yang menyangkut dengan kebersihan. Semua orang pasti tahu, bahwa kebersihan itu tidak tercipta dengan sendirinya, perlu perbuatan untuk menciptakan kebersihan itu sendiri diantaranya dengan menyapu, mengepel, dan membuang sampah di tempatnya. Perbuatan itu pun sebaiknya kita praktikkan dimana saja kita berada baik di lingkungan rumah kita, kantor, tempat ibadah, dan juga sekitar tempat kita berada saat ini. Mulai dari yang kecil, mulai sekarang dan yang terpenting adalah mulai dari diri sendiri. Memang demikian faktanya bahwa jika kita membiasakan hidup dengan menjaga kebersihan maka yang diuntungkan bukan diri kita saja namun lingkungan dan orang lain pun akan menikmati hasilnya.
Peran dari para pedagang makanan jalanan dalam kebersihan pun hendaknya diperhatikan khususnya dalam hal bagaimana peribahasa "kebersihan adalah pangkal kesehatan" dapat menjadi nyata, bagaimana para pedagang lebih berperan aktif menjaga kebersihan.
Peribahasa itu juga dipakai oleh pemerintah sebagai slogan himbauan untuk mencegah kejadian terkena penyakit yang bermula dari awal kebersihan yang baik dan benar. Dengan peribahasa ini pula pemerintah berusaha menanamkan bahwa pencegahan itu lebih baik dari mengobati, bagaimana mengobati itu akan malah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Peran seperti ini contohnya ketika H. Alimudin Umar, S.H. menjadi Wali Kota Tanjungkarang dan Telukbetung, terpampang di pinggir Jalan Teuku Umar poster berbunyi: 'Keep Clean Your City'. Pada masa Drs. H. Nurdin Muhayat, berbagai perempatan jalan banyak dipasangi poster dengan huruf Arab berbunyi: annazhofatu minal iman (kebersihan itu bagian dari iman). Di bawah kalimat itu, ditulis maknanya dalam huruf Lampung. Barangkali supaya orang Lampung mau lebih berperan memelopori kegiatan bagi keberhasilan Kotamadya Bandar Lampung. Di tangan Drs. H. Eddy Sutrisno, M.Pd., semboyan 'Ayo Bersih-Bersih' begitu gencar dikumandangkan, baik dalam bentuk poster dan pamflet maupun tidak. Kata 'bersih' dua kali digunakan pada kalimat ajakan tersebut. Boleh jadi agar masyarakat terus-menerus membersihkan lingkungan tempat tinggal dan seluruh kotanya dengan target bersih lahir dan bersih batin bagi seluruh warga kota (Copyright © 2003 Lampung Post).
Peribahasa itu juga dipakai oleh pemerintah sebagai slogan himbauan untuk mencegah kejadian terkena penyakit yang bermula dari awal kebersihan yang baik dan benar. Dengan peribahasa ini pula pemerintah berusaha menanamkan bahwa pencegahan itu lebih baik dari mengobati, bagaimana mengobati itu akan malah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Peran seperti ini contohnya ketika H. Alimudin Umar, S.H. menjadi Wali Kota Tanjungkarang dan Telukbetung, terpampang di pinggir Jalan Teuku Umar poster berbunyi: 'Keep Clean Your City'. Pada masa Drs. H. Nurdin Muhayat, berbagai perempatan jalan banyak dipasangi poster dengan huruf Arab berbunyi: annazhofatu minal iman (kebersihan itu bagian dari iman). Di bawah kalimat itu, ditulis maknanya dalam huruf Lampung. Barangkali supaya orang Lampung mau lebih berperan memelopori kegiatan bagi keberhasilan Kotamadya Bandar Lampung. Di tangan Drs. H. Eddy Sutrisno, M.Pd., semboyan 'Ayo Bersih-Bersih' begitu gencar dikumandangkan, baik dalam bentuk poster dan pamflet maupun tidak. Kata 'bersih' dua kali digunakan pada kalimat ajakan tersebut. Boleh jadi agar masyarakat terus-menerus membersihkan lingkungan tempat tinggal dan seluruh kotanya dengan target bersih lahir dan bersih batin bagi seluruh warga kota (Copyright © 2003 Lampung Post).
Gambar ini diambil di jalan Kaliurang Km 6. Tampak alat-alat kebersihan dan lingkungan lapak kosong yang bersih saat tidak digunakan pada siang hari.Kesimpulan : partisipasi para pedagang makanan jalanan dalam menjaga kebersihan harus tetap dijaga supaya dapat mengurangi tingkat kejadian terkena penyakit.
Rekomendasi : kepada pemerintah kota dan dinas sosial hendaknya memberikan semacam penghargaan kepada penjual makanan jalanan yang berperilaku bersih, misalnya dengan memberikan bantuan modal atau potongan bunga pinjaman bank yang besar supaya para pedagang dapat berperan lebih aktif menciptakan terwujudnya lingkungan kebersihan yang menyeluruh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar