Setiap pengolahan makanan pasti akan menciptakan zat sisa, lazimnya disebut dengan sampah atau disposal. disposal bisa berwujud padat, cair atau gas.
Sampah yang tercipta akibat pengolahan makanan (baik saat memasak maupun mencuci peralatan memasak) sudah seharusnya dikelola dengan benar supaya dapat terdaur ulang secara alamiah oleh mikroorganisme saprofit
Beberapa penjual makanan di jalan (street vendors) pada umumnya membuat tempat jualan dagangan mereka dengan sistem bongkar pasang dimana sistem ini mempunyai beberapa kekurangan seperti tidak adanya sumber air yang pasti dan tempat pembuangan sampah yang permanen.
Dengan tidak adanya tempat pembuangan yang permanen, mereka menyiasatinya dengan membuang air kotor pencucian alat masak, misalnya, di tempat mereka berjualan (umumnya di belakang, supaya konsumen tidak melihatnya dan dapat menikmati dengan nyaman), hal ini bisa saja memancing berkembang biaknya kuman di tempat tersebut seperti jentik Aedes aegypti yang dapat berperan sebagai vektor virus Dengue atau jentik Anopheles sebagai vektor parasit malaria
Kesimpulan : pembuangan disposal yang tidak sesuai dapat menjadi tempat beberapa agen penyakit yang pada akhirnya dapat mengancam kesehatan dari pedagang maupun pembeli.
Rekomendasi : pihak rumah sakit khususnya bidang kebersihan dan pengendalian infeksi nosokomial maupun dinas kebersihan universitas sebaiknya mengatur, menertibkan dan menghimbau kepada para penjual makanan jalanan untuk mengelola disposal secara baik, bila perlu dibuatkan saluran pembuangan misalnya seperti got air.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar