Minggu, 08 Februari 2009

Mampukah Kuliner Kaki Lima Menjadi Bagian Pariwisata Indonesia?

  • Indonesia merupakan salah satu objek wisata yang sangat potensial baik secara lokal maupun mancanegara.
  • Objek wisata yang ditawarkan bermacam-macam, antara lain : wisata alam, bangunan bersejarah, kebudayaan daerah, dan makanan khas setempat (wisata kuliner). Makanan khas setempat dapat tersedia baik di rumah makan ataupun di tempat makan kaki lima
  • Traveler’s diarrhea merupakan suatu infeksi saluran pencernaan pada turis mancanegara yang diakibatkan kurangnya higienitas dalam penyiapan makanan.
  • Makanan kaki lima memiliki kecenderungan yang lebih besar dibandingkan rumah makan untuk menimbulkan traveler’s diarrhea pada turis mancanegara.
  • Turis sebagai konsumen akan merugi dalam banyak hal :
  1. Waktu yang seharusnya dapat dipergunakan untuk berwisata justu dihabiskan untuk istirahat.
  2. Uang : Mereka harus menghamburkan uang untuk pengobatan yang bisa jadi sangat mahal karena tidak adanya asuransi kesehatan.
  • Hal tersebut dapat mengurangi kesan para turis terhadap objek wisata indonesia yang notabene mencengangkan dunia.

Gambar di atas menunjukkan seorang warga negara Malaysia yang sedang makan di sebuah tempat makan kaki lima di Jalan Kaliurang. Bahaya diare mengancam orang ini mengingat kebersihan tempat yang kurang. Traveler’s diarrhea pada orang ini nantinya akan dipengaruhi banyak faktor, antara lain : kebersihan makanan, status imun, dan penggunaan antibiotik profilaksis.

Kesimpulan :
Kuliner kaki lima dapat dijadikan salah satu objek wisata selama kebersihannya terjamin sehingga angka kejadian traveler’s diarrhea rendah.

Rekomendasi :
Perlunya kerjasama pemerintah kota dengan bagian pariwisata setempat untuk mengembangkan kuliner kaki lima menjadi suatu objek wisata yang terjamin kebersihannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar