Jumat, 06 Februari 2009

Mau makan di warungku? Langkahi dulu sampahku....

Tidak sedikit para penjual makanan jalanan membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, beberapa bahkan mungkin banyak dari para penjual itu yang menumpuk sampah (disposal) di tempat seadanya, bisa saja di depan tempat mereka berjualan.
Sampah yang menumpuk akan mengalami pembusukan, mengeluarkan komponen senyawa gas Nitrogen yang bisa membuat orang menutup hidungnya. Binatang yang tertarik akan bau-bauan tersebut dan lazim kita jumpai di sekitar tumpukan sampah adalah lalat, binatang yang terkenal karena "kejorokannya'. Mengapa dikatakan demikian adalah karena kebiasaannya yang sering bolak-balik hinggap dari tempat kotor ke tempat yang bersih, misalnya dari tumpukan sampah ke makanan yang dihidangkan.
Lalat juga merupakan vektor bakteri, di buku-buku kaki dari lalat dapat menempel bakteri seperti Salmonella, Amoeba, dan Flagellata. Pada umumnya bakteri-bakteri itu berasal dari tempat-tempat yang mempunyai kondisi seperti suhu, kelembaban dan keasaman yang sesuai untuk perkembangbiakannya. Kondisi seperti ini diantaranya terdapat di rawa-rawa, genangan air got, tumpukan sampah zat sisa makanan, dan makanan yang kadaluarsa.
Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah demam tifoid. Demam tifoid disebabkan oleh Salmonella typhosa yang dapat menetap dan berkembang biak di plaque Peyeri mukosa usus halus manusia. Proses penyebarannya ialah melalui makanan yang terkontaminasi Salmonella typhosa yang dibawa oleh lalat.
Pada Juli 2006, wabah deman tifoid menyerang warga Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sekitar 40 kilometer dari Palu. Sepekan terakhir, penyakit itu menjangkiti lebih dari 100 warga Desa Limboro, Kecamatan Banawa, Donggala. Puluhan warga Desa Limboro yang terkena sebagian besar adalah balita dan anak-anak berumur 1-10 tahun. (Copyright 2006 Kompas Group)



Gambar diambil di salah satu kompleks pasar di dekat kampus UGM, di sana tampak warung berjajar-jajar dengan sistem disposal yang serupa.

Kesimpulan : Sampah yang menumpuk dapat menjadi agen penyebaran penyakit yang pada akhirnya akan merugikan kesehatan masyarakat.

Rekomendasi : Sebaiknya sistem disposal dari para penjual makanan jalanan dibuat jauh dari lokasi dimana makanan dihidangkan. Pihak pemerintah kota maupun dinas kebersihan terkait sudah semestinya memperhatikan masalah ini dan setidaknya membantu membuatkan pusat pembuangan sampah yang jauh dari tempat mereka berjualan namun masih dapat terjangkau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar