Sabtu, 07 Februari 2009

Pasyekepapap preman preman part 2

Mengapa Seorang Preman Memilih Jadi Preman?

· Secara hakihatnya, manusia adalah makhluk sosial sekaligus individual
· Faktor ekonomi sering menjadi alasan utama munculnya premanisme
· Rendahnya modal (baik materiil maupun non materiil) yang dimiliki angkatan kerja Indonesia memicu meningkatnya angka kriminalitas secara umum




Gambar di atas mengilustrasikan aksi preman yang sedang mengambil pungli (pungutan liar), preman menggantungkan hidupnya dari hasil kerja orang lain dan mengambil uang yang bukan haknya. Premanisme dijadikan jalan keluar oleh sebagian orang untuk mengatasi himpitan ekonomi, kriminalitas memang berhubungan erat dengan angka penggangguran. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik, periode 1980-1993, tingkat pengangguran laki-laki usia muda di perkotaan meningkat di atas 8 persen. Dalam periode 1994-2000, angka ini meningkat 15 persen. Apabila diperhatikan menurut sektor ekonomi, pada periode 1990-20, penyerapan tenaga kerja usia muda di sektor primer (umumnya pertanian) dan tersier menurun dengan laju rata-rata 3,5 persen dan 0,9 persen per tahun. Pada periode yang sama, penyerapan tenaga kerja di sektor sekunder hanya meningkat dengan laju sebesar 2,7 persen per tahun. Fakta-fakta di atas menggambarkan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat diciptakan sangat tidak sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja. Khususnya di perkotaan, angkatan kerja usia muda (AKUM) bertambah sangat pesat rata-rata 9 persen (laki-laki) dan 15 persen (perempuan) per tahun.
Secara teori psikologis, ada 2 faktor yang dapat memotivasi seseorang memilih untuk menjadi preman, yaitu faktor eksternal, dan internal. Faktor eksternalnya adalah tekanan lingkungan, semakin tingginya biaya hidup, sempitnya lapangan kerja, tuntutan keluarga dan lingkungan yang membutuhkan kesejahteraan
Sementara, faktor internal contohnya adalah naluri dasar manusia untuk survive, jika kita hubungkan, maka akan nampak hubungan yang jelas kompleksitas motivasi yang dapat mendorong seseorang menjadi preman dan meningkatkan angka kriminalitas. Menurunnya jumlah angkatan kerja yang dapat diserap oleh perekonomian negara kita menyebabkan tingginya jumlah orang yang di-PHK, belum lagi ditambah dengan angkatan kerja yang sejak awal memang tidak dapat diserap sepenuhnya, melemahnya kondisi perekonomian juga meningkakan biaya hidup yang harus ditanggung oleh masyarakat, meningkatnya biaya hidup itu juga mempersulit masyarakat untuk membekali diri dengan ilmu maupun ketrampilan yang dibutuhkan agar bisa survive, sementara dari dalam diri,ada naluri untuk bertahan hidup dan berusaha mendapatkan kemapanan financial, kadang kala, alasan – alasan internal dan eksternal ini mendorong manusia lebih kuat ketimbang pemahaman dasar manusia untuk menghormati hak orang lain. Namun merupakan suatu hal yang amat manusiawi bahwa setiap orang menginginkan untuk mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya dengan usaha yang sekecil-kecilnya, akhirnya semua ini bermuara dengan pilihan akhir yang jatuh pada kriminalitas sebagai jalan pintas untuk mengatasi kesulitan hidup.
Kesimpulan : Terdapat alasan dan motivasi akan segala macam tindakan yang kita ambil, termasuk memilih kriminalitas sebagai jalan pintas untuk mengatasi segala macam kesulitan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar